Ika Tegaskan 5 Pasien yang Dirawat di RSUP Dr Sardjito Negatif COVID-19

Ika Tegaskan 5 Pasien yang Dirawat di RSUP Dr Sardjito Negatif COVID-19

SuaraJogja.id – Sebanyak 5 pasien yang mendapat perawatan khusus di RSUP Dr Sardjito hingga saat ini urung dinyatakan positif terjangkit COVID-19

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Paru, RSUP Dr Sardjito, Ika Trisnawati menjelaskan para pasien yang sempat ditangani seluruhnya dinyatakan negatif. Sedangkan 1 orang terakhir yang saat ini tengah dirawat, yang merupakan pasien rujukan dari sebuah RS pemerintah di Kota Yogyakarta juga belum dinyatakan suspect. 

Kelima orang tersebut terdiri dari 4 orang WNA dan 1 orang WNI. Ika menyebut untuk WNA, saat ini sudah pulang ke negaranya masing-masing dan 1 orang WNI dalam kondisi yang baik. 

“Pasien tersebut berjenis kelamin perempuan berusia 73 tahun, kalau di masyarakat disebut sepuh atau geriatri ya. Ia baru pulang dari umrah pada 1 Maret lalu, kemudian diketahui batuk-batuk,” ungkapnya.

Setelah menerima pasien tersebut, RSUP Dr Sardjito langsung menangani pasien tersebut di ruang isolasi  sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh WHO. Pasien tersebut kini dinyatakan dalam kondisi stabil.

“Kemungkinan infeksi paru dan kondisinya saat ini stabil. Keakutan sudah diatasi. Sebelumnya tidak mau makan minum, lemahnya karena dehidrasi. Sampel dahak pasien saat ini sudah dikirim ke Litbangkes untuk dicek,” ungkapnya. 

Plt Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, Rukmono Siswishanto menegaskan, sampai saat ini belum ada pasien yang positif terjangkit COVID-19 di Sardjito. 

Ia meminta masyarakat jangan panik atau sampai memborong masker maupun antiseptik.

Permohonan surat keterangan bebas Coronavirus meningkat

Sementara itu, munculnya kasus pertama COVID-19 di Indonesia membuat sebagian masyarakat yang panik meminta surat keterangan bebas Coronavirus.

RSUP Dr Sardjito mengungkapkan telah menerima sekitar 15-20 permohonan per hari untuk penerbitan surat keterangan bebas Coronavirus Disease (COVID-19).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Paru RSUP Dr Sardjito, Ika Trisnawati menjelaskan, permohonan itu menjadi bentuk ketakutan berlebihan masyarakat dalam menyikapi penyebaran virus corona.

“Mayoritas yang mengajukan surat keterangan bebas corona adalah orang sehat, bahkan ada yang sama sekali tidak dari perjalanan ke luar negeri. Jadi tidak masuk kriteria sama sekali. Paranoid sendiri,” kata dia, di Ruang Bulat RSUP Dr Sardjito.

Ia menuturkan, mereka datang ke poli paru tanpa memiliki indikasi apapun, kemudian mendapat pemeriksaan dari tim kesehatan rumah sakit.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Dr Sardjito, Windarwati menyebutkan, pada saat pemeriksaan, orang-orang yang mengajukan permohonan surat keterangan tadi, tak berkaitan sama sekali dengan gejala indikasi corona.

“Kebanyakan yang minta surat keterangan adalah mahasiswa. Ada juga siswa TK yang tidak diperbolehkan masuk ke sekolah, karena dicurigai membawa virus sepulang anak itu dari Jepang,” ungkapnya.

Ika menambahkan, pemeriksaan dilakukan oleh tim menyesuaikan usia pasien. Bagi anak-anak, pemeriksaan dilakukan oleh dokter anak spesialis.

“Ada mahasiswa yang baru habis field trip dari Malaysia ke Singapura. Kami lalu memeriksa sekitar 15 orang. Kemudian menerima asessment di ruang isolasi,” ujarnya. 

Kontributor : Uli Febriarni

Silahkan share apa yang anda tahu, teman juga tahu...
Share on Facebook
Facebook
0Pin on Pinterest
Pinterest
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
AKDSEO

AKDSEO