[HOAKS] Syarat Dapat Vaksin Covid-19 Gratis Harus Punya BPJS Kesehatan Halaman all

hoaks

hoaks!

Berdasarkan pengungkit Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com – Di media sosial informasi mengenai penerima vaksin Covid-19 secara gratis peserta BPJS Kesehatan yang aktif.

Narasi ini muncul di media setelah vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Indonesia pada 6 Desember 2020. Sinovac merupakan satu dari enam vaksin Covid-19 yang akan digunakan dalam proses vaksinasi di Indonesia.

Informasi bahwa hanya peserta BPJS Kesehatan yang dapat menerima vaksin Covid-19 secara cuma-cuma tidak benar.

Presiden Joko Widodo dari, vaksinasi Covid-19 yang diberikan untuk semua rakyat Indonesia dan tidak ada yang melibatkannya dengan BPJS Kesehatan.

Narasi yang Beredar

Sejumlah akun di media sosial Facebook mengedarkan informasi mengenai vaksin Covid-19 yang dapat diterima secara gratis. Namun, syaratnya, harus memiliki kartu baru BPJS yang aktif.

Salah satu akun pada Kamis (17/12/2020) menulis soal itu sebagai berikut:

Gratis vaksin, tapi harus punya BPJS aktif
Angkot kayak
naiknya sih gratis, tapi turunnya bayar

Status Facebook hoaks mengenai penerima vaksin Covid-19 gratis harus memiliki kepesertaan aktif BPJS.Facebook Status Facebook hoaks mengenai penerima vaksin Covid-19 gratis harus memiliki kepesertaan aktif BPJS.

Akun ini dan ini juga melayangkan informasi vaksin gratis bagi pemilik kartu BPJS.

Narasi serupa juga diukur di Twitter, seperti yang di-twit oleh akun ini dan ini.

Sanggahan Presiden

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 diberikan untuk semua rakyat Indonesia. Menurutnya, vaksinasi tidak ada yang sesuai dengan layanan BPJS Kesehatan.

“Jadi vaksinasi itu untuk semua rakyat tidak terkecuali. Semuanya konflik kita bisa kembali hidup normal dan juga tidak ada hubungannyanya dengan anggota BPJS,” ujar Jokowi dikutip dari Kompas.com, Jumat (18/12/2020).

“Kan ada isu yang divaksin hanya yang memiliki kartu BPJS. Enggak. Semuanya warga bisa mengikuti vaksinasi,” katanya.

Presiden menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi akan diatur oleh kelurahan atau puskesmas di tempat tinggal masing-masing. Jadwal pelaksanaan vaksinasi pun akan diberitahukan oleh kelurahan dan puskesmas.

“Nanti mungkin ada pemberitahuan dari puskesmas atau kelurahan mengenai mulai kapan kita akan vaksinasi,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi menyebut, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan secara bertahap, mulai Januari 2021. Ia memastikan, vaksin yang diberikan pemerintah ke masyarakat tidak berbayar atau gratis.

“Tapi ini memang tahapan-tahapan, nanti Januari berapa juta (vaksin), Februari berapa juta, Maret berapa juta, April berapa juta,” kata Jokowi, Rabu (16/12/2020).

Pernyataan bahwa vaksin gratis Covid-19 tidak ada nama dengan kepesertaan BPJS Kesehatan juga diutarakan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi.

Menurutnya, vaksin yang diberikan gratis kepada masyarakat dan tanpa syarat. Itu juga kondisi bahwa vaksin tersebut tidak terkait dengan informasi atau keaktifan individu di BPJS Kesehatan.

Dapat kami tegaskan bahwa vaksin Covid-19 gratis untuk masyarakat, tanpa syarat apapun. Juga tanpa syarat, keaktifan di BPJS Kesehatan, “ujar Nadia dikutip dari Kompas.com, Jumat (18/12/2020).

“Sekali lagi vaksin gratis tanpa syarat apapun,” tegasnya.

Poster unggahan dari KPCPEN yang berisi vaksin Covid-19 gratis untuk masyarakat, tanpa syarat apapun. Indonesia Poster unggahan dari KPCPEN yang berisi vaksin Covid-19 gratis untuk masyarakat, tanpa syarat apapun.

Nadia menjelaskan bahwa pada saat pemberian vaksin Covid-19 akan dimulai dari dikirimnya notifikasi melalui SMS ke orang yang akan diberikan vaksin. Kemudian, katanya, penerima SMS tadi harus mengisi formulir yang sudah terlampir.

“Sehingga dapat diketahui kapan dan di mana tempatnya mendapat vaksin,” kata Nadia.

Ketika disinggung siapa saja yang mendapat vaksin, Nadia menerangkan bahwa hal itu tergantung pada jumlah vaksin. Terkait dengan 1,2 juta dosis vaksin Sinovac, imbuhnya masih difokuskan untuk tenaga medis.

“Nanti datang lagi misalnya 1,8 juta dosis vaksin, nah itu kita lihat apakah semua tenaga kesehatan sudah disuntik vaksin. Kalau sudah, berikutnya adalah pemberi layanan publik lainnya misalnya ASN, polisi, nah itu,” papar Nadia.

Kesimpulan

Dari penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com, informasi mengenai vaksin Covid-19 yang diberikan secara gratis hanya untuk anggota BPJS Kesehatan yang aktif tidak benar.

Vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis untuk setiap warga negara Indonesia, tanpa syarat harus memiliki kartu kepesertaan BPJS.