4 Alat Kesehatan yang Perlu Dimiliki di Rumah saat Pandemi Covid-19 Halaman all

KOMPAS.com – Selama pandemi COVID-19, gangguan kesehatan termasuk hal penting yang pantang diabaikan.

Selain periksa kesehatan secara berkala di layanan kesehatan, setiap keluarga juga diminta memiliki alat kesehatan mandiri untuk merawat kondisi fisik.

Terlebih bagi keluarga yang memiliki anggota dengan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan masalah pernapasan.

Baca juga: Banjir di Masa Pandemi Covid-19, Waspadai Penyakit Berikut

Dengan dukungan alat kesehatan di rumah, kita bisa mencegah masalah kesehatan yang tidak terdeteksi.

Selain itu, laporan laporan dari alat kesehatan mandiri di rumah bisa memberikan gambaran kondisi kesehatan ketika konsultasi ke dokter.

Berikut beberapa alat kesehatan yang perlu dimiliki di rumah dan fungsinya, terutama saat pandemi Covid-19:

1. Tensimeter untuk mengukur tekanan darah

Dilansir Wawasan Perawatan Kesehatan, tensimeter atau alat untuk mengukur tekanan darah penting untuk melihat kadar tensi.

Termasuk bagi penderita hipertensi, tekanan darah rendah, penyakit jantung, atau stroke.

Dengan alat ini, Anda bisa menilai apakah obat yang diminum sudah tepat dan bisa jadi bekal dengan status kesehatan.

Tensimeter ada jenis yang manual dan jenis digital yang relatif praktis digunakan.

Baca juga: Syarat Lansia, Komorbid, Penyintas, Ibu Menyusui Boleh Mendapatkan Vaksin Covid-19

2. Pulse oxymeter untuk melihat kadar oksigen

Ilustrasi oksimeter, pengukur saturasi oksigen (kadar oksigen), happy hypoxiaShutterstock / Anya Ivanova Ilustrasi oksimeter, pengukur saturasi oksigen (kadar oksigen), happy hypoxia

Pulse oxymeter adalah alat untuk mengecek kadar saturasi oksigen dalam darah.

Alat ini penting di masa pandemi Covid-19 karena dapat meningkatkan oksigen dalam darah dan detak jantung.

Selain berjaga di saat pandemi virus corona, pengukur denyut nadi juga merupakan alat kesehatan mandiri penting untuk penderita asma, penyakit paru obstruktif kronik, dan gangguan pernapasan lainnya.

Cara menggunakan alat ini cukup mudah. Setelah menempatkan pulse oxymeter selama beberapa detik, alat tersebut akan menunjukkan bahwa kadar oksigen di dalam darah.

Kadar oksigen normal dalam darah normal antara 95-100 persen. Waspada jika kadar oksigen kurang dari 92 persen.

Kondisi ini bisa jadi tanda kekurangan oksigen di jaringan tubuh dan rentan terkena organ vital.

Baca juga: Gejala Gejala Covid-19, Gejala itu Parosmia

3. Glukometer untuk cek gula darah

Ilustrasi diabetes.  Penderita diabetes di Indonesia berada di peringkat 7 dunia.  Indonesia waspada terhadap diabetes, terutama di masa pandemi Covid-19.SHUTTERSTOCK / Proxima Studio Ilustrasi diabetes. Penderita diabetes di Indonesia berada di peringkat 7 dunia. Indonesia waspada terhadap diabetes, terutama di masa pandemi Covid-19.

Dilansir dari The Prepared, alat cek gula darah atau glukometer penting untuk mengukur naik turunnya kadar gula darah. Penderita diabetes, obesitas, dan penyakit kronis.

Alat cek gula darah ada yang berbentuk digital dan mudah digunakan. Anda tinggal mengambil sampel darah dari jari, lalu sampel darah ditempatkan di strip tes, dan nomor tes ke glukometer.

Hal yang perlu diperhatikan, strip tes glukometer biasanya memiliki masa kedaluwarsa, biasanya satu sampai dua tahun.

Apabila masa pakainya sudah lebih dari dua tahun, tes ini bisa kurang akurat. Pastikan Anda memilih strip tes yang memiliki masa kedaluwarsa atau tandai penggunaannya secara mandiri.

Baca juga: Berapakah Suhu Tubuh Normal Manusia?

4. Termometer untuk mengukur suhu tubuh

Termometer digital yang mengandalkan sensor.AmazonIndia Termometer digital yang mengandalkan sensor.

Termometer adalah alat kesehatan wajib yang harus dimiliki di setiap rumah. Fungsi alat ini untuk mencapai suhu tubuh apakah seseorang dalam kondisi demam atau tidak.

Termometer menjadi alat penting di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, demam merupakan salah satu gejala utama infeksi virus corona.

Selain itu, termometer paling dibutuhkan keluarga yang memiliki bayi, anak kecil, serta ibu hamil.

Ada beberapa jenis termometer, yakni yang menggunakan air raksa dan jenis digital yang relatif lebih mudah digunakan.

Anda diizinkan tak hanya menyediakan beberapa alat kesehatan di atas di rumah.

Begitu hasil pengukuran mulai menunjukkan angka tidak normal, sebisa mungkin mencatat hasilnya dan gunakan hasil deteksi mandiri tersebut saat konsultasi ke dokter.

Dengan begitu, tenaga kesehatan profesional bisa memiliki gambaran kesehatan yang utuh dan diagnosis yang lebih tepat.