Skuter Llistrik Menjadi Kontroversi, Mengancam Keselamatan Pejalan Kaki

Skuter Llistrik Menjadi Kontroversi, Mengancam Keselamatan Pejalan Kaki

Skuter listrik menjadi sorotan di daerah Jakarta setelah memakan korban. Apalagi semenjak penggunaan skuter listrik memakan kawasan pejalan kaki. Dikecam dan dianggap membahayakan sekaligus merusak fasilitas umum.

Syafrin Liputo sebagai Kepala Dishub Jakarta akhirnya membuat regulasi dalam penggunaan skuter listrik. Skuter boleh digunakan hanya di lajur sepeda saja, tidak untuk dijalan raya ataupun di fasilitas umum.

Di negara-negara tetangga sudah terlebih dahulu mengatur tentang penggunaan skuter listrik ini. Seperti halnya pemerintah Singapura yang resmi melarang penggunaan skuter listrik di sepanjang trotoar. Karena untuk menjaga keamanan pejalan kaki.

Dan mulai tahun depan di Singapura, pengendara skuter yang melanggar akan di kenakan sanksi yang tegas.  Lam pin min menyatakan, bagi pengendara skuter yang mengendari di trotoar akan dikenakan denda sebesar Rp 20,6 jt.

Peratuiran tersebut muncul karena kekhawatiran masyarakat akan perilaku ceroboh si pengendara skuter. Karena disana sudah memakan korban. Bukan hanya di Singapura saja. Tapi Jerman dan Prancis sudah lebih dulu memberlakukan peraturan serupa.

Dijerman peraturan itu dimulai pada bulan Mei, sedangkan di Prancis mulai berlaku pada bulan September. Pemerintah Prancis melarang penggunaan skuter di trotoar karena di protes oleh para pejalan kaki. Mereka takut ditabrak oleh pngendara skuter saat berjalan di trotoar.

Skuter listrik adalah alat transportasi berteknologi kiwari yang masuk menjadi bagian micro-mobility. Ada dua faktor yang menyebabkan skuter listrik ini berekspansi cepat. Pertama karena memudahkan masyarakat yang tinggal di kota urbanisasi.

Kedua berpotensi bisa mengasilkan keuntungan yang sangat besar. Syafrin menyatakan ada tiga aspek yang menjadi perhatian dalam penerapan regulasi. Batasan usia pengguna skuter, lajur yang di lalui skuter, dan kecepatan skuter listrik itu sendiri.

Setelah terjadi kecelakaan yang memekan  dua korban  pengendara sekaligus. Tapi sampai saat ini masih dalam tahap sosialisasi terhadap pengguna skuter listrik. Sebelum skuter menjadi sorotan banyak masyarakat, pengguna menggunakan jalur-jalur yang tidak seharusnya.

Contohnya seperti JPO(jembatan penyebrangan orang) dan juga trotoar. Risiko penggunaan skuter listrik sangat besar, karena tidak hanya digunakan pada siang hari saja. Tetapi juga saat malam hari ditambah dengan tingkat kesadaran masyarakat yang rendah tentang ketertiban dijalan.

Peraturan yang ditetapkan Permenhun bisa dijadikan landasa terkait regulasi izin skuter listrik dan jalurnya. Peraturan itu ditargetkan akan segera selesai pada bulan Desember 2019. Sementara presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan siap untuk mengikuti peraturan yang dibuat.

Pasalnya, aturan ini akan berdampak baik untuk penertiban pengguna skuter GrabWheels. Produk yang di luncurkan pada bulan Mei 2019 ini, mendapat reputasi yang cukup baik di mata masyarakat Indonesia. Penggunaan skuter listrik hampir sama dengan penggunaan sepeda motor jadi perlu berhati-hati saat menggunkannya.

Perlu menggunkan hel, alat pelindung dan siku. Serta perlu menggunakan sarung tangan supaya terhindar dari cedera saat terjadi kecelakaan di jalan raya. GrabWheels lebih memprioritaskan keamanan dan keselamat. Di beberapa titik akan ada tim Grab yang akan memberikan informasi tentang keaman dan keselamat pengguna.

E-scooter akan terkunci jika pengguna tidak melakukan unlock. Atau pergi ke area- area yang melewati batas point  yang telah dimasukan kedalam sistem Grab tersebut.

Saat pengguna membuka kunci e-scooter dari aplikasi. Akan muncul panduan keaman dan keselamatn yang wajib dibaca sebelum mulai menggunakannya.

AKDSEO